Beda Ozempic dan Wegovy, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Ozempic dan Wegovy sama-sama mengandung semaglutide, obat yang bekerja menyerupai hormon GLP-1 untuk membantu mengendalikan nafsu makan dan kadar gula darah. Keduanya kemudian banyak diperbincangkan karena kemampuannya membantu menurunkan berat badan. Lantas, apa sebenarnya perbedaan keduanya dan mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan?

Perbedaan utama Ozempic dan Wegovy bukan terletak pada zat aktifnya, melainkan pada indikasi penggunaan dan dosis yang ditujukan. Ozempic pada dasarnya digunakan untuk membantu mengontrol gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Obat ini juga memiliki indikasi untuk menurunkan risiko kejadian kardiovaskular tertentu pada pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit jantung, serta manfaat tertentu pada pasien dengan penyakit ginjal kronis.

Sementara itu, Wegovy secara khusus digunakan untuk manajemen berat badan jangka panjang, sebagai bagian dari pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik. Wegovy dapat digunakan pada orang dewasa dengan obesitas maupun orang dengan kelebihan berat badan yang memiliki setidaknya satu kondisi kesehatan terkait berat badan.

Perbedaan penting lainnya terdapat pada dosis. Ozempic memiliki dosis pemeliharaan hingga maksimal 2 mg sekali seminggu untuk pengendalian gula darah. Sementara Wegovy ditujukan untuk terapi obesitas dengan dosis pemeliharaan yang direkomendasikan sebesar 2,4 mg sekali seminggu, setelah dosis dinaikkan secara bertahap.

Dosis yang lebih tinggi pada Wegovy menjadi salah satu alasan mengapa hasil penelitian mengenai penurunan berat badan dengan semaglutide 2,4 mg terlihat cukup besar. Dalam penelitian STEP 1 yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, 1.961 orang dewasa dengan overweight atau obesitas tanpa diabetes mendapatkan semaglutide 2,4 mg sekali seminggu atau plasebo selama 68 minggu, disertai intervensi gaya hidup.

Hasilnya, peserta yang mendapatkan semaglutide mengalami penurunan berat badan rata-rata 14,9 persen dari berat awal, dibandingkan 2,4 persen pada kelompok plasebo. Sekitar 69 persen peserta yang mendapatkan semaglutide berhasil menurunkan berat badan setidaknya 10 persen, sedangkan sekitar 50 persen mencapai penurunan sedikitnya 15 persen.

Penelitian STEP 2 juga memberikan gambaran mengenai pengaruh dosis. Pada pasien dengan diabetes tipe 2 dan overweight atau obesitas, semaglutide 2,4 mg menghasilkan penurunan berat badan sekitar 9,6 persen, sedangkan dosis 1 mg menghasilkan sekitar 7 persen setelah 68 minggu. Artinya, dosis yang lebih tinggi memang memberikan hasil penurunan berat badan yang lebih besar dalam penelitian tersebut.

Namun, bukan berarti seseorang yang ingin kurus cukup memilih obat dengan dosis paling tinggi. Penggunaan Ozempic maupun Wegovy harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, obat lain yang sedang dikonsumsi, serta risiko efek samping. Keduanya dapat menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut dan konstipasi. Efek samping pada saluran pencernaan terutama dapat muncul ketika dosis dinaikkan.

Semaglutide juga memiliki sejumlah peringatan penting. Misalnya, obat ini tidak dianjurkan pada orang dengan riwayat pribadi atau keluarga tertentu terkait medullary thyroid carcinoma (MTC) atau multiple endocrine neoplasia syndrome type 2 (MEN 2). Risiko peradangan pankreas, gangguan kandung empedu, gangguan saluran pencernaan berat dan masalah lain juga perlu menjadi perhatian dokter sebelum terapi diberikan.

Di sisi lain, manfaat semaglutide tidak hanya berkaitan dengan penurunan angka pada timbangan. Dalam studi SELECT yang melibatkan lebih dari 17.000 orang dengan penyakit kardiovaskular, overweight atau obesitas tanpa diabetes, semaglutide 2,4 mg menurunkan risiko gabungan kematian akibat penyakit kardiovaskular, serangan jantung nonfatal atau stroke nonfatal sebesar 20 persen dibandingkan plasebo.

Jadi, jika pertanyaannya adalah mana yang lebih tepat untuk menurunkan berat badan, Wegovy memiliki posisi yang lebih jelas karena memang dikembangkan dan diindikasikan untuk manajemen berat badan. Ozempic bukan berarti tidak dapat menyebabkan penurunan berat badan, tetapi indikasi utamanya adalah pengobatan diabetes tipe 2 dan bukan sebagai obat khusus penurunan berat badan.

Pada akhirnya, pilihan obat tidak seharusnya hanya berdasarkan seberapa cepat berat badan turun. Dokter perlu melihat indeks massa tubuh, penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi atau penyakit jantung, obat yang sedang digunakan, serta potensi efek samping. Ozempic dan Wegovy sama-sama bukan obat pelangsing yang sebaiknya digunakan tanpa pengawasan medis.

Referensi:
Wilding JPH, et al. Once-Weekly Semaglutide in Adults with Overweight or Obesity. New England Journal of Medicine, 2021. 

Davies M, et al. Semaglutide 2.4 mg once a week in adults with overweight or obesity, and type 2 diabetes (STEP 2). New England Journal of Medicine, 2021. 

Lincoff AM, et al. Semaglutide and Cardiovascular Outcomes in Obesity without Diabetes. New England Journal of Medicine, 2023. 

U.S. Food and Drug Administration (FDA), prescribing information Ozempic. 

U.S. Food and Drug Administration (FDA), prescribing information Wegovy. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button