Gado-Gado Bon Bin, Menyusuri Rasa Jakarta Lama di Cikini

Memasuki Jalan Cikini IV, suasana Jakarta terasa sedikit berbeda.
Jalannya tidak terlalu besar. Di salah satu sudutnya berdiri sebuah rumah makan yang dari tampilan luar saja sudah memberikan kesan lama. Papan nama Gado-Gado Bon Bin masih terlihat sederhana, begitu pula suasana di dalamnya.
Tidak ada interior yang dibuat mengikuti tren restoran masa kini. Menu yang tertempel di dinding dan suasana ruang makan justru mengingatkan pada rumah makan Jakarta beberapa dekade lalu.
Seolah-olah waktu berhenti di tempat ini.
Gado-Gado Bon Bin memang bukan rumah makan baru. Usahanya telah berdiri sejak 1960, ketika Lanny Wijaya mulai merintis usaha makanan di kawasan Cikini.
Nama “Bon Bin” sendiri berkaitan dengan sejarah kawasan tersebut. Dahulu, kawasan Cikini dikenal dengan keberadaan kebun binatang. Meski kebun binatang kemudian pindah ke Ragunan, nama “Bon Bin” tetap melekat pada rumah makan ini.
Kini, usaha tersebut sudah diteruskan generasi kedua, setelah Lanny Wijaya meninggal pada 2014. Putranya, Hadi Lingga Wijaya, meneruskan usaha keluarga tersebut bersama saudara-saudaranya.
Yang kemudian tersaji di meja adalah menu yang membuat nama Bon Bin bertahan hingga lebih dari enam dekade: gado-gado siram.
Sayuran, tahu, kentang dan telur ditata di atas piring, kemudian disiram dengan bumbu kacang khas Bon Bin. Berbeda dengan gado-gado yang bumbunya langsung diulek ketika dipesan, bumbu kacang Bon Bin dimasak terlebih dahulu sehingga menghasilkan tekstur yang halus dan rasa yang lebih pekat.
Kerupuk udang dan emping menjadi pelengkap. Saat semuanya bercampur, ada sensasi gurih dari bumbu kacang, lembutnya sayuran dan kentang, kemudian tekstur renyah dari kerupuk dan emping.
Harga gado-gado saat ini sekitar Rp40.000- Rp 50.000 per porsi tergantung pilihan menu dan tambahan.
Namun, Bon Bin tidak hanya menjual gado-gado. Ada nasi rames, lontong Cap Go Meh, asinan dan mi ayam. Untuk minuman, selain minuman tradisional, es Shanghai dan es cendol.
Yang menarik, justru bukan hanya rasa makanannya.
Duduk di dalam Bon Bin membuat kita seperti sedang berkunjung ke rumah makan Jakarta pada masa lalu. Tempatnya sederhana, suasananya tenang, dan berbagai elemen lama masih dipertahankan.
Di tengah Jakarta yang semakin dipenuhi restoran dengan konsep modern, pengalaman seperti ini semakin jarang ditemukan.
Gado-Gado Bon Bin seolah tidak berusaha menjadi kekinian.
Dan mungkin, justru karena itulah tempat ini tetap menarik.
Setelah sekitar 66 tahun, resep dan nama Bon Bin masih bertahan di tempat yang sama, di sebuah jalan kecil di Cikini.
Bagi yang ingin mencobanya, Gado-Gado Bon Bin berada di Jalan Cikini IV Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat. Saat ini tercatat buka setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB.
Sepiring gado-gado mungkin terlihat sederhana.
Tetapi di Bon Bin, sepiring makanan itu datang bersama cerita panjang tentang Jakarta.



