Atlet HYROX Beijing 2026 Diduga BAB di Tengah Lomba, Tetap Finis Tercepat

Ajang HYROX Beijing 2026 diwarnai kejadian tak biasa. Atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk, diduga mengalami buang air besar tanpa sengaja saat tengah menjalani perlombaan. Alih-alih berhenti, Wietrzyk tetap melanjutkan lomba hingga akhirnya keluar sebagai pemenang kategori HYROX Pro putri.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Wietrzyk terlihat tetap menjalani sejumlah tantangan setelah insiden tersebut, sehingga memunculkan perdebatan mengenai batas ketahanan atlet sekaligus persoalan kebersihan di arena pertandingan.
HYROX Beijing 2026 berlangsung pada 10-13 September di National Speed Skating Oval, Beijing. Format perlombaannya menggabungkan lari dengan delapan jenis latihan fungsional yang dilakukan secara bergantian. Pada nomor tunggal, atlet harus menyelesaikan total delapan kilometer lari dan delapan stasiun latihan.
Wietrzyk menyelesaikan nomor HYROX Pro putri dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik dan menempati posisi pertama. Hasil tersebut mempertegas statusnya sebagai salah satu atlet HYROX papan atas dunia.
Sebelumnya, Wietrzyk juga mencatat prestasi besar dengan membukukan waktu 54 menit 25 detik di Warsaw Major pada April 2026. Catatan tersebut menjadi rekor dunia HYROX putri kategori solo Pro.
Dari sisi medis, gangguan saluran pencernaan saat olahraga dengan intensitas tinggi bukan sesuatu yang sepenuhnya asing bagi atlet endurance. Peningkatan tekanan pada saluran pencernaan, perubahan aliran darah selama aktivitas fisik, dehidrasi, hingga konsumsi makanan atau minuman tertentu sebelum dan selama perlombaan dapat memicu masalah pencernaan.
Dalam olahraga ketahanan, kondisi seperti diare atau keinginan buang air besar saat berlari bahkan memiliki istilah populer runner’s trot. Gangguan pencernaan juga dilaporkan cukup sering terjadi pada olahraga endurance dengan intensitas tinggi.
Meski demikian, kejadian di Beijing memunculkan persoalan lain karena perlombaan menggunakan fasilitas dan peralatan yang sama secara bergantian. HYROX China menyatakan area yang terdampak langsung ditutup dan diisolasi untuk kemudian menjalani proses pembersihan dan disinfeksi. Peralatan yang terdampak juga dikeluarkan dari arena, sedangkan setelah seluruh pertandingan selesai, karpet arena diganti dan dilakukan pembersihan menyeluruh.
Di tengah perdebatan tersebut, Wietrzyk tetap mencatatkan kemenangan. Insiden yang semestinya menjadi momen memalukan justru membuat namanya semakin ramai diperbincangkan, sekaligus menunjukkan betapa berat tuntutan fisik dalam kompetisi HYROX.
Bagi dunia olahraga, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kemampuan fisik atlet memiliki batas. Ketika tubuh berada di bawah tekanan ekstrem, respons fisiologis yang tidak terduga tetap dapat terjadi, bahkan pada atlet dengan performa tingkat dunia.


