Bule Bengong Lihat Porter Rinjani Turun Pakai Sandal Sambil Bawa Beban Berat

Seorang wisatawan asing tampak terdiam saat melihat porter Gunung Rinjani berjalan turun dengan santai di jalur pendakian. Bukan tanpa alasan, porter tersebut melangkah cepat hanya dengan mengenakan sandal, sementara di punggungnya terdapat beban logistik yang terlihat cukup berat.

Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Ekspresi heran wisatawan asing itu menjadi perhatian karena memperlihatkan perbedaan pengalaman antara pendaki yang baru mengenal Rinjani dengan masyarakat lokal yang sudah terbiasa menjadikan gunung tersebut sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Bagi sebagian pendaki, berjalan di jalur Rinjani saja sudah membutuhkan tenaga ekstra. Porter justru harus menempuh medan yang sama sambil membawa berbagai kebutuhan pendakian, mulai dari makanan, air, tenda hingga perlengkapan lainnya.

Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalurnya tidak hanya panjang, tetapi juga memiliki tanjakan, turunan, medan berpasir dan berbatu yang membutuhkan kondisi fisik yang baik.

Yang membuat aksi porter semakin menarik perhatian adalah alas kaki yang digunakan. Ketika banyak pendaki mempersiapkan sepatu trekking, kaus kaki, trekking pole dan perlengkapan keselamatan lainnya, sejumlah porter lokal memang terlihat mampu bergerak cepat dengan perlengkapan yang jauh lebih sederhana.

Kemampuan tersebut tidak muncul begitu saja. Porter yang telah lama bekerja di Rinjani sudah sangat mengenal karakter jalur, termasuk bagian-bagian yang harus dilalui dengan cepat dan titik yang membutuhkan kehati-hatian. Dalam sejumlah catatan perjalanan, porter lokal disebut mampu membawa beban sekitar 15-20 kilogram, sembari bergerak lebih cepat dibandingkan pendaki biasa.

Rutinitas mereka juga cukup padat. Pada musim pendakian, seorang porter bisa mendapatkan pekerjaan beberapa kali dalam seminggu. Ada porter yang rata-rata naik Rinjani sekitar tiga kali dalam seminggu, meskipun frekuensi tersebut bergantung pada permintaan wisatawan, musim pendakian dan kondisi pekerjaan.

Artinya, aktivitas membawa beban naik dan turun gunung bukan sesuatu yang hanya dilakukan sesekali. Bagi porter, jalur Rinjani merupakan tempat bekerja sekaligus medan yang sudah sangat mereka kenal.

Meski demikian, kemampuan porter berjalan menggunakan sandal bukan berarti cara tersebut aman untuk ditiru oleh pendaki. Pengunjung tetap perlu menggunakan perlengkapan pendakian yang sesuai dengan medan. Aturan pendakian Rinjani juga mengatur penggunaan porter dan pemandu, termasuk rasio porter dengan pendaki serta perlengkapan standar yang perlu disiapkan.

Justru di situlah menariknya video tersebut. Bagi wisatawan asing, seorang porter yang berjalan santai dengan sandal sambil membawa beban berat mungkin terlihat seperti sesuatu yang luar biasa. Namun bagi masyarakat di sekitar Rinjani, kemampuan itu merupakan hasil dari pengalaman, kebiasaan dan pekerjaan yang telah dilakukan berulang kali.

Rinjani akhirnya bukan hanya tentang puncak setinggi 3.726 mdpl atau panorama Danau Segara Anak. Di balik pengalaman pendakian para wisatawan, ada masyarakat lokal yang ikut menopang perjalanan tersebut—dan para porter Rinjani menjadi salah satu sosok yang paling menarik perhatian.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button