iPhone Duo vs Galaxy Z Fold8, Duel Ponsel Lipat Premium Apple dan Samsung

Persaingan ponsel layar lipat memasuki babak baru pada 2026. Samsung yang lebih dahulu membangun pasar foldable kini mendapat penantang langsung dari Apple melalui iPhone Duo, ponsel lipat pertama dalam sejarah iPhone.
Keduanya sama-sama menggunakan desain book-style yang dapat dibuka menjadi perangkat dengan layar lebih besar. Namun, pendekatan Apple dan Samsung tidak sepenuhnya sama, baik dari sisi desain, bobot, performa, kamera, sistem operasi maupun harga.
Samsung Galaxy Z Fold8 sudah lebih dahulu tersedia di Indonesia. Sementara iPhone Duo baru akan dipasarkan secara global mulai Oktober 2026 dan belum memiliki harga resmi untuk pasar Indonesia.
Apple memperkenalkan iPhone Duo dengan layar utama 7,6 inci ketika dibuka dan layar luar 5,4 inci saat perangkat dilipat. Kedua layar menggunakan panel Super Retina XDR OLED dengan ProMotion hingga 120 Hz. Apple juga menggunakan lapisan nano-texture pada layar dalam untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus membantu menyamarkan tampilan lipatan.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 mempunyai layar utama 7,6 inci dan layar cover 5,5 inci. Samsung mengubah desain Fold8 menjadi lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya sehingga perangkat ketika dibuka memiliki bentuk yang lebih mendekati tablet mini. Bobotnya juga hanya 201 gram.
Dalam hal bobot, terdapat perbedaan cukup besar. iPhone Duo memiliki bobot 254 gram, sedangkan Galaxy Z Fold8 201 gram. Artinya, iPhone Duo sekitar 53 gram lebih berat. Perbedaan ini berpotensi terasa ketika perangkat digunakan dalam waktu lama atau dibawa sepanjang hari.
Dari sisi performa, iPhone Duo mengandalkan chip A20 Pro yang dikembangkan Apple. Chip tersebut memiliki CPU enam inti, GPU tujuh inti dengan Neural Accelerators dan Neural Engine 16-core ganda. Apple juga menempatkan sistem pendingin vapor chamber serta arsitektur baterai ganda untuk mendukung performa perangkat.
Galaxy Z Fold8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dengan pilihan RAM 12 GB dan 16 GB serta penyimpanan hingga 1 TB. Kombinasi tersebut dipadukan dengan Galaxy AI untuk kebutuhan multitasking, produktivitas dan pengolahan konten.
Pada sektor kamera, iPhone Duo membawa dua kamera belakang 48 MP yang terdiri dari kamera utama Fusion dan ultrawide. Kamera utamanya juga menyediakan kemampuan optical-quality 2x telephoto. Apple merancang kamera tersebut agar dapat memanfaatkan posisi perangkat ketika dilipat, termasuk untuk mengambil foto dan video dengan berbagai sudut.
Galaxy Z Fold8 juga mengandalkan kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP, ditambah kamera 10 MP pada cover serta kamera 10 MP pada layar utama. Samsung membekali perangkat dengan fitur berbasis AI, termasuk My FanCam yang dapat membantu mengikuti subjek tertentu ketika merekam video.
Perbedaan menarik lainnya terdapat pada ekosistem perangkat lunak. iPhone Duo menjalankan iOS 27.1 yang telah diadaptasi untuk penggunaan pada layar lipat. Apple merancang transisi antara layar luar dan layar dalam agar konten dapat berpindah secara mulus ketika perangkat dibuka. Apple Intelligence juga menjadi bagian dari pengalaman perangkat tersebut.
Samsung, di sisi lain, menawarkan Android dengan One UI serta berbagai fitur Galaxy AI. Layar yang lebih lebar juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, drag-and-drop antaraplikasi, mengolah dokumen dan menjalankan berbagai aktivitas produktivitas. Samsung menyatakan perangkatnya mendapatkan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga tujuh tahun.
Dari sisi baterai, Apple tidak mengungkapkan kapasitas baterai dalam satuan mAh. Apple menyebut iPhone Duo dapat digunakan hingga 24 jam dalam penggunaan tipikal, dengan pemutaran video hingga 44 jam menggunakan layar luar dan hingga 31 jam menggunakan layar dalam. Pengisian cepat dapat mencapai 50 persen dalam sekitar 20 menit menggunakan adaptor berkemampuan 60W atau lebih tinggi.
Galaxy Z Fold8 mempunyai baterai 4.800 mAh dan mendukung fast charging 45W. Samsung mengklaim perangkat dapat digunakan untuk pemutaran video hingga 26 jam.
Perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang kemungkinan paling menarik perhatian konsumen Indonesia.
Galaxy Z Fold8 sudah resmi dijual di Indonesia. Harga resminya dimulai dari Rp28.499.000 untuk model 12 GB/256 GB, Rp32.499.000 untuk 12 GB/512 GB dan Rp40.499.000 untuk varian 16 GB/1 TB.
Sementara iPhone Duo dibanderol mulai US$1.999 atau sekitar Rp35 jutaan untuk kapasitas 256 GB di Amerika Serikat. Varian 512 GB dibanderol US$2.199, 1 TB US$2.599 dan 2 TB US$3.199. Harga tersebut merupakan harga Amerika Serikat dan belum termasuk kemungkinan perbedaan harga ketika masuk Indonesia.
Apple sendiri telah memastikan iPhone Duo mulai menjalani pre-order pada 16 Oktober 2026 dan penjualan perdana pada 23 Oktober 2026 di lebih dari 70 negara dan wilayah. Indonesia belum termasuk dalam daftar pasar peluncuran awal tersebut.
Untuk Indonesia, Apple memang belum mengumumkan tanggal penjualan maupun harga resmi iPhone Duo. Namun, perangkat yang diduga merupakan iPhone Duo telah tercatat memperoleh sertifikasi TKDN sebesar 40 persen. Setelah TKDN, perangkat masih harus memenuhi persyaratan sertifikasi Komdigi sebelum dapat dipasarkan secara resmi.
Dengan melihat jadwal penjualan global dan pola peluncuran iPhone sebelumnya di Indonesia, iPhone Duo berpotensi menyusul masuk ke Tanah Air pada akhir Oktober atau November 2026. Namun, ini masih merupakan estimasi dan bukan tanggal resmi dari Apple.
Untuk perkiraan harga, belum ada angka resmi yang dapat dijadikan patokan. Jika hanya dikonversi dari harga Amerika Serikat, iPhone Duo 256 GB berada di kisaran Rp35 juta. Namun, simulasi harga setelah memperhitungkan komponen pajak dan biaya masuk ke Indonesia yang dilakukan sejumlah media menghasilkan estimasi sekitar Rp43-44 juta. Angka tersebut tetap harus diperlakukan sebagai perkiraan sampai Apple mengumumkan harga resmi Indonesia.
Dengan demikian, jika membandingkan model dasar 256 GB, Galaxy Z Fold8 saat ini memiliki harga resmi Rp28,499 juta di Indonesia, sedangkan iPhone Duo berpotensi berada di atas Rp40 juta apabila estimasi harga masuk Indonesia tersebut mendekati harga akhirnya.
Perbedaan harga tersebut perlu dilihat bersama karakter kedua perangkat.
Galaxy Z Fold8 menawarkan bobot yang jauh lebih ringan, layar cover sedikit lebih besar, kamera 50 MP, baterai 4.800 mAh, kemampuan multitasking Android serta ekosistem Galaxy AI. Perangkat ini juga sudah dapat dibeli secara resmi di Indonesia sehingga konsumen tidak perlu menunggu jadwal distribusi iPhone Duo.
iPhone Duo membawa keunggulan berbeda. Apple menawarkan chip A20 Pro, desain titanium foldable, layar Super Retina XDR 7,6 inci, integrasi dengan ekosistem Apple, Apple Intelligence serta dukungan Apple Pencil. Apple juga mengklaim iPhone Duo sebagai iPhone tertipis ketika dibuka.
Karena itu, perbandingan kedua perangkat sebenarnya bukan hanya soal angka spesifikasi.
Pengguna yang sudah menggunakan berbagai perangkat Apple seperti Mac, iPad dan Apple Watch mungkin akan mempertimbangkan integrasi ekosistem iOS sebagai salah satu faktor utama. Sebaliknya, pengguna yang membutuhkan perangkat foldable yang lebih ringan, sudah tersedia di Indonesia, mendukung multitasking Android serta memiliki harga awal lebih rendah dapat mempertimbangkan Galaxy Z Fold8.
Pada akhirnya, iPhone Duo dan Galaxy Z Fold8 membawa pendekatan berbeda terhadap konsep ponsel lipat. Apple memasuki pasar foldable dengan mengandalkan kekuatan ekosistem, chip A20 Pro dan integrasi iOS, sementara Samsung melanjutkan pengalaman foldable yang telah dikembangkan selama beberapa generasi dengan fokus pada bobot, produktivitas, kamera dan Galaxy AI.
Pilihan akhirnya kembali kepada kebutuhan masing-masing pengguna. Bagi konsumen yang mengutamakan ekosistem Apple dan ingin menjadi pengguna generasi pertama iPhone lipat, iPhone Duo menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ketika resmi hadir di Indonesia. Sementara bagi konsumen yang menginginkan ponsel lipat premium yang sudah tersedia di Tanah Air, lebih ringan dan memiliki pilihan harga yang lebih rendah, Galaxy Z Fold8 menawarkan alternatif yang berbeda.
Yang jelas, kehadiran iPhone Duo membuat persaingan ponsel lipat premium menjadi semakin menarik. Konsumen kini tidak lagi hanya membandingkan Samsung dengan sesama produsen Android, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana pendekatan Apple terhadap perangkat foldable.

