Lari Malam di Bawah Pepohonan, Benarkah Kekurangan Oksigen?

JAKARTA – Ada anggapan yang cukup sering terdengar: berlari malam hari di kawasan yang banyak pepohonan sebaiknya dihindari karena pohon tidak lagi menghasilkan oksigen dan justru mengambil oksigen pada malam hari.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi kesimpulannya sering keliru.
Pada siang hari, tumbuhan melakukan fotosintesis dengan memanfaatkan cahaya matahari, menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Ketika malam tiba, fotosintesis berhenti, tetapi proses respirasi tetap berlangsung. Dalam proses tersebut, tumbuhan menggunakan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat udara di sekitar pepohonan menjadi kekurangan oksigen bagi manusia. Di ruang terbuka, udara terus bercampur dan bergerak. Jumlah oksigen di atmosfer juga sangat besar sehingga konsumsi oksigen oleh pepohonan pada malam hari tidak menyebabkan pelari tiba-tiba kekurangan oksigen.
Dengan kata lain, berlari malam di taman yang banyak pepohonan tidak otomatis lebih berbahaya hanya karena pohon “mengambil oksigen”.
Justru yang perlu diperhatikan pelari adalah kualitas lingkungan tempat berlari.
Kawasan hijau dapat memberikan sejumlah keuntungan, antara lain membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan dalam kondisi tertentu berkontribusi terhadap kualitas udara. Namun, keberadaan pepohonan tidak selalu berarti udara pasti lebih bersih. Penelitian menunjukkan posisi dan kepadatan pepohonan dapat memengaruhi pergerakan polutan di ruang terbuka.
Karena itu, taman yang banyak pohon tetapi berada tepat di samping jalan raya yang padat belum tentu menjadi tempat terbaik untuk berlari. Sebaliknya, jalur yang berada lebih jauh dari sumber kendaraan bermotor dapat memberikan paparan partikulat yang lebih rendah. Sebuah penelitian mengenai lokasi olahraga di lingkungan tropis menemukan paparan PM2.5 cenderung lebih rendah pada lokasi yang jauh dari jalan utama.
Bagi pelari malam, ada faktor lain yang tidak kalah penting: keamanan.
Jalur harus memiliki penerangan yang cukup, permukaan jalan mudah terlihat, dan sebisa mungkin tidak terlalu sepi. Pelari juga sebaiknya menggunakan pakaian atau aksesori reflektif agar mudah terlihat pengguna jalan lainnya.
Jadi, persoalannya bukan apakah pohon pada malam hari menggunakan oksigen. Ya, tanaman memang tetap melakukan respirasi pada malam hari. Namun, hal tersebut bukan alasan untuk menghindari lari malam di kawasan pepohonan.
Yang lebih penting adalah memilih tempat dengan kualitas udara yang baik, sirkulasi udara memadai, jauh dari lalu lintas padat, serta aman untuk berolahraga.
Pada akhirnya, lari malam di kawasan hijau bisa menjadi pilihan yang nyaman, terutama ketika suhu sudah lebih rendah dibandingkan siang hari. Tetapi jangan hanya melihat banyaknya pohon. Lihat juga apa yang ada di sekitar pohon tersebut: jalan raya, kendaraan, penerangan, kepadatan orang, dan kondisi jalur lari.
Sebab bagi seorang pelari, udara yang baik bukan sekadar soal banyaknya pohon, tetapi juga di mana pohon itu tumbuh dan bagaimana kondisi lingkungan di sekitarnya.



