Kenali Potensi Anak dengan Kemampuan Tinggi

JAKARTA – Kemampuan anak tidak selalu dapat dilihat dari nilai rapor atau seberapa cepat ia menyelesaikan soal di sekolah. Dalam keseharian, potensi kemampuan kognitif yang tinggi justru dapat terlihat dari cara anak bertanya, memahami sesuatu, memecahkan masalah hingga ketertarikannya terhadap hal-hal tertentu.

Anak dengan kemampuan tinggi biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka tidak sekadar bertanya, tetapi kerap ingin mengetahui alasan di balik suatu kejadian. Pertanyaan yang diajukan juga bisa berkembang menjadi pembahasan yang cukup kompleks untuk usianya. National Association for Gifted Children (NAGC) menyebut rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kompleks, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah dan proses belajar yang cepat sebagai sejumlah karakteristik yang dapat muncul pada anak dengan potensi gifted.

Kemampuan mengingat informasi juga dapat menjadi salah satu hal yang mudah diamati. Anak mungkin mampu mengingat detail percakapan, kejadian, nama, angka atau informasi yang pernah didengarnya, bahkan ketika orang dewasa sudah melupakannya. Mereka juga dapat cepat memahami informasi baru dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Ciri lainnya adalah kemampuan melihat pola dan mencari cara berbeda ketika menghadapi persoalan. Ketika sebuah cara tidak berhasil, anak mungkin mencoba pendekatan lain tanpa mudah menyerah. Kreativitas juga bisa terlihat dari permainan, cara menggunakan suatu benda, membuat cerita atau menemukan solusi yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Sebagian anak juga menunjukkan minat yang sangat kuat pada bidang tertentu. Misalnya, ada anak yang sejak kecil tertarik pada angka, membaca, sains, musik, teknologi, kendaraan atau aktivitas tertentu dan mampu berkonsentrasi cukup lama ketika mengerjakannya. Ketertarikan tersebut tidak selalu muncul dalam pelajaran sekolah.

Menariknya, kemampuan tinggi tidak selalu membuat seorang anak mendapatkan nilai terbaik di kelas. NAGC mencatat bahwa anak gifted dapat menunjukkan kemampuan yang berbeda-beda dan pada bidang tertentu saja. Bahkan, kemampuan yang tinggi dapat tidak terlihat ketika anak merasa bosan, kurang tertantang atau memiliki kesulitan belajar tertentu.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label “jenius” hanya berdasarkan beberapa tanda. NAGC menekankan bahwa identifikasi kemampuan gifted sebaiknya dilakukan dengan melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu dan menggunakan berbagai sumber informasi, bukan hanya mengandalkan satu tes atau satu perilaku.

Yang lebih penting adalah memberikan ruang bagi anak untuk bertanya, mencoba, melakukan kesalahan dan mengeksplorasi minatnya. Dengan lingkungan belajar yang sesuai dan dukungan orang tua maupun guru, potensi yang dimiliki anak dapat berkembang menjadi kemampuan yang lebih nyata.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button