Mencoba Honda Super-ONE, Mobil Listrik Mungil yang Lincah dan Punya Karakter Berbeda

Di tengah lalu lintas perkotaan yang semakin padat, mobil berukuran mungil sebenarnya punya satu keuntungan yang sulit dibantah: kelincahan.
Bodi kompak membuatnya lebih mudah menyelip di antara kendaraan, mencari celah ketika bermanuver, sekaligus tidak terlalu menyulitkan saat harus mencari ruang parkir. Karakter itulah yang coba ditawarkan Honda melalui Honda Super-ONE.
Namun Super-ONE bukan sekadar mobil listrik mungil untuk berpindah dari satu titik ke titik lain.
Honda justru membangun mobil ini dengan konsep “Pocket Rocket”. Di balik bodinya yang kompak, Super-ONE dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih interaktif, termasuk melalui BOOST Mode, simulasi perpindahan tujuh tingkat, serta Active Sound Control.
Kesan tersebut mulai terasa ketika mobil diajak bergerak. Dimensinya yang hanya memiliki panjang 3,569 meter dan lebar 1,573 meter membuat Super-ONE terasa seperti kendaraan yang memang dilahirkan untuk lingkungan perkotaan. Wheelbase-nya 2,52 meter dengan ground clearance 140 milimeter.
Ketika setir mulai diputar, karakter kompak itu menjadi keuntungan. Sejumlah laporan first drive menyebut respons kemudi Super-ONE terasa presisi dan langsung. Mobil juga relatif cepat merespons ketika diajak berpindah jalur atau melakukan manuver.
Uzone, yang telah melakukan first drive, menggambarkan Super-ONE sebagai mobil listrik mungil dengan akselerasi gesit, handling atraktif dan manuver yang tajam. Sementara pengujian CarExpert menyebut setirnya memiliki bobot yang pas, presisi dan langsung, dengan body roll yang relatif terkontrol.
Karakter suspensinya juga menarik.
Super-ONE bukan tipe mobil yang mengejar bantingan selembut sofa. Suspensinya justru dibuat cukup firm untuk menjaga respons ketika mobil diajak bermanuver. Dalam pengujian Fitra Eri yang diberitakan sejumlah media, karakter suspensi dinilai mampu menggabungkan kenyamanan dengan handling yang presisi.
Di jalan perkotaan, karakter seperti ini justru membuat Super-ONE terasa natural. Ukuran kecil berpadu dengan respons kemudi yang cepat membuat mobil mudah diarahkan ketika harus berhadapan dengan jalan sempit, putaran balik, maupun lalu lintas yang padat.
Jangan melihat angka tenaganya semata.
Motor listrik Super-ONE menghasilkan tenaga maksimum 70 kW atau sekitar 95 PS dengan torsi 162 Nm. Tenaga tersebut berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 29,6 kWh. Sistem penggeraknya menggunakan roda depan atau front-wheel drive. Jarak tempuh yang tercantum dalam spesifikasi resmi Honda Indonesia mencapai 252 kilometer berdasarkan metode NEDC.
Untuk pemakaian sehari-hari, angka tersebut memang lebih diarahkan kepada kebutuhan mobilitas perkotaan ketimbang perjalanan antarkota yang panjang.
Menariknya, Honda memberikan lima mode berkendara, yakni ECON, City, Normal, Sport dan BOOST. Pada mode City, sistem dapat digunakan dengan karakter one-pedal driving yang membantu ketika menghadapi lalu lintas stop-and-go. Sedangkan Sport dan BOOST menghadirkan karakter yang lebih agresif, termasuk simulasi perpindahan tujuh percepatan.
BOOST Mode inilah yang menjadi salah satu pembeda Super-ONE.
Ketika diaktifkan, output motor dapat mencapai 70 kW. Sistem kemudian menghadirkan simulasi perpindahan gigi dan suara buatan untuk memberikan sensasi yang lebih menyerupai mobil performa konvensional. Bagi pengemudi yang masih merindukan sensasi mobil bermesin bensin, pendekatan ini membuat Super-ONE terasa tidak seperti EV yang sekadar mengejar keheningan dan efisiensi.
Pengisian baterainya juga cukup praktis untuk penggunaan harian. Dengan AC 6 kW, waktu pengisian sekitar 4,5 jam. Sementara melalui DC fast charging 50 kW, pengisian dapat dilakukan sekitar 30 menit, dengan catatan kondisi baterai, temperatur dan perangkat pengisian dapat memengaruhi waktu aktual.
Masuk ke kabin, pendekatan Honda juga cukup menarik.
Super-ONE menggunakan panel instrumen digital TFT 7 inci dengan konsep triple meter. Di tengah dashboard terdapat layar 9 inci dengan Google built-in. Sistem audio menggunakan 7+1 speaker BOSE dengan subwoofer. Honda juga membekalinya dengan Honda CONNECT dan Digital Key.
Untuk sebuah city car, perlengkapannya tergolong serius.
Ada pula Honda SENSING, enam airbag, sensor parkir empat titik di depan dan empat titik di belakang, kamera belakang multi-angle, serta sejumlah fitur keselamatan lainnya.
Tetapi ada kompromi.
Beberapa laporan test drive mencatat bahwa Super-ONE belum menawarkan kelengkapan fitur bantuan berkendara sebanyak sejumlah rival di kelas harga yang sama. Blind spot monitoring, kamera 360 derajat dan parkir otomatis, misalnya, tidak tersedia. Posisi kemudi juga belum memiliki pengaturan teleskopik.
Kompromi lainnya adalah kapasitas dan konsep mobil itu sendiri.
Super-ONE lebih tepat dilihat sebagai city car listrik yang mengutamakan driving experience, bukan kendaraan keluarga utama untuk membawa banyak barang dan melakukan perjalanan jauh secara rutin.
Lalu bagaimana dengan harganya?
Honda Prospect Motor memasarkan Super-ONE dengan harga Rp438 juta on the road Jakarta untuk warna Crystal Black Pearl. Sementara dua warna spesial, yakni Boost Violet Pearl dan Luminous Grey Metallic, tersedia dengan opsi two-tone dan tambahan Rp10 juta, sehingga harganya menjadi sekitar Rp448 juta OTR Jakarta.
Dan ada fakta penting yang membuat mobil ini berbeda dari mayoritas produk Honda di Indonesia.
Super-ONE masih diimpor utuh dari Jepang atau Completely Built Up (CBU). Honda Indonesia mendapatkan alokasi hanya 100 unit untuk 2026. Data Gaikindo yang diberitakan detikOto menunjukkan 46 unit telah didistribusikan ke dealer pada Agustus, sedangkan data impor menunjukkan 73 unit sudah masuk ke Indonesia.
Artinya, konsumen Indonesia memang mendapatkan mobil yang produksinya masih sangat terbatas.
Pemesanan bahkan sudah melampaui kuota tersebut. Pada 6 Agustus, hanya sehari setelah pemesanan resmi dibuka, booking mencapai 132 unit. Beberapa pekan kemudian Honda menyebut pemesanan telah menembus lebih dari 180 unit.
Untuk pilihan warna, Luminous Grey Metallic menjadi yang paling banyak diminati dengan 55 persen pemesanan, disusul Boost Violet Pearl 30 persen dan Crystal Black Pearl 15 persen.
Jadi, apakah Honda Super-ONE affordable?
Jawabannya sangat tergantung dari sudut pandang.
Jika yang dicari adalah EV dengan spesifikasi terbesar, jarak tempuh terpanjang atau fitur terbanyak di kisaran Rp400 jutaan, Super-ONE bukan mobil yang menawarkan semuanya. Kapasitas baterainya hanya 29,6 kWh dan jarak tempuh resminya 252 kilometer NEDC. Beberapa fitur ADAS yang tersedia pada rival juga tidak ditemukan di sini.
Namun, jika yang dicari adalah mobil listrik kompak dengan karakter berkendara yang kuat, ukuran mungil, handling presisi, desain berbeda, serta sensasi berkendara yang lebih emosional, ceritanya menjadi berbeda.
Honda tampaknya memang tidak menjadikan Super-ONE sebagai produk untuk mengejar volume. Sejak awal, HPM menyebut mobil ini tidak ditujukan untuk mengisi segmen tertentu atau mengejar volume penjualan, melainkan sebagai representasi arah baru Honda di era elektrifikasi.
Pada akhirnya, Super-ONE adalah mobil yang cukup sederhana untuk dipahami: kecil, listrik, lincah, tetapi dibuat untuk pengemudi yang masih ingin menikmati proses mengemudi.
Dan justru di situlah daya tariknya.
Bukan soal seberapa besar mobilnya, seberapa panjang daftar fiturnya, atau seberapa besar baterainya. Super-ONE mencoba menawarkan sesuatu yang mulai langka pada mobil listrik modern: rasa ketika berada di balik kemudi.



