Rajin Minum Air Putih, Mengapa Masih Bisa Terkena Batu Ginjal?

JAKARTA– Rajin minum air putih hingga urine terlihat jernih ternyata tidak sepenuhnya menghilangkan risiko batu ginjal. Selain kecukupan cairan, tingkat keasaman urine juga berperan dalam proses pembentukan batu ginjal.
Dokter Cecep Hermawan menjelaskan, urine yang terlalu asam dapat membuat asam urat sulit larut. Kondisi ini menyebabkan kristal terbentuk dan berpotensi berkembang menjadi batu ginjal.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keasaman urine adalah resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak merespons hormon insulin secara optimal.
Untuk membantu mengurangi risiko, masyarakat disarankan menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, serta memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Cecep juga menyarankan konsumsi sitrat alami, seperti lemon atau jeruk nipis. Namun, kebutuhan pencegahan dapat berbeda pada setiap orang, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan jenis batu ginjal yang berisiko terbentuk.
Pemeriksaan kadar asam urat dan gula darah dapat membantu memantau kesehatan. Meski demikian, pemeriksaan tersebut tidak dapat memastikan keberadaan batu ginjal. Pemeriksaan medis, seperti USG atau CT scan, diperlukan untuk mendeteksinya secara langsung.
Dengan demikian, menjaga asupan air putih tetap penting, tetapi perlu disertai pola hidup sehat dan pemeriksaan medis bila terdapat faktor risiko atau keluhan yang mengarah pada batu ginjal.



