Vape Bukan Sekadar Uap, Ini Risikonya bagi Kesehatan

JAKARTA — Rokok elektronik atau vape sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Bentuknya yang modern dan beragam rasa membuat vape semakin populer, terutama di kalangan anak muda.

Namun, vape bukan sekadar menghasilkan uap air. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aerosol vape dapat mengandung nikotin, partikel halus, logam berat, dan berbagai zat kimia berbahaya yang dapat masuk langsung ke paru-paru.

Nikotin juga menyebabkan ketergantungan. Pada remaja, paparan nikotin dapat mengganggu perkembangan otak, termasuk bagian yang berkaitan dengan konsentrasi, pembelajaran dan pengendalian impuls.

Ada Contoh Kasus Nyata
Bahaya vape pernah terlihat dalam wabah EVALI di Amerika Serikat pada 2019–2020, yaitu cedera paru yang berkaitan dengan penggunaan produk vape.
CDC mencatat 2.807 kasus yang dirawat di rumah sakit atau meninggal, termasuk 68 kematian hingga Februari 2020. Investigasi menemukan hubungan kuat antara wabah tersebut dengan produk vape yang mengandung THC, terutama dari sumber informal. Vitamin E acetate juga ditemukan pada sampel paru pasien dan produk yang digunakan sejumlah pasien.

Bukan Hanya Paru-paru
Vape juga dapat berdampak pada jantung dan pembuluh darah. Nikotin dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sementara paparan aerosol dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah.

Meski beberapa lembaga menyatakan bahwa perokok dewasa yang beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke vape dapat mengurangi paparan terhadap sejumlah zat berbahaya dari pembakaran rokok, hal itu tidak berarti vape aman. Penggunaan keduanya secara bersamaan juga tidak menghilangkan risiko.

Karena itu, vape sebaiknya tidak dipandang sebagai produk tanpa risiko. Tidak merokok dan tidak menggunakan vape tetap merupakan pilihan dengan risiko kesehatan paling rendah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button